Kamis, 12 April 2012

Bagaimana Menjadikan Rumah Sehat dan Nyaman?

Memiliki rumah sehat dan nyaman adalah dambaan setiap insan. Akan tetapi banyak sekali bangunan yang panas dan sumpek akibat ketidaktahuan kita dalam mendesain rumah. Apa sajakah hal yag perlu kita ketahui agar rumah dapat nyaman dan sehat?

Rumah sehat dan nyaman dapat tercipta dengan mengaplikasikan bebarapa kaidah arsitektur yang baik. Menurut kaidah arsitektur, rumah dapat dirasakan nyaman jika dapat tanggap/ respon dengan iklim setempat.

Dikarenakan masing-masing wilayah memiliki karakteristik iklim yang berbeda, maka desain rumahnya pun akan berbeda pula. Wilayah Indonesia beriklim tropis maka desain rumah harus dapat merespon iklim tersebut (arsitektur tropis).

Berikut adalah prinsip-prinsip dasar arsitektur tropis:

1. Memiliki ventilasi silang
yang dimaskud dengan ventilasi silang adalah sistem bukaan berupa jendela dimana arah hadap masing-masing bukaan memilki posisi saling menyilang. Hal ini dimaksudkan agar udara yang masuk dapat menyebar keseluruh ruangan.


1. Gambar Prinsip Ventilasi Silang
Keterangan gambar:
A). Angin berhembus dari daerah bertekanan tinggi ke rendah. Lubang angin masuk tanpa ada lubang angin keluar, angin tidak akan mengalir.
B). Ventilasi silang, dengan membuka jalan masuk dan keluar, angin akan mengalir. Lubang keluar < masuk =" aliran"> lubang masuk=aliran cepat.
C). Lubang keluar dekat dengan lubang masuk, maka akan ada daerah yang tak teraliri.
D). Lubang keluar di dua sisi memungkinkan udara berputar lebih jauh masuk ke dalam ruangan.


2. Teritisan yang lebar (bukaan jendela memilki pelindung / sunshadding)

Iklim tropis memilki intensitas cahaya matahari dan curah hujan yang cukup tinggi. Oleh karena itu rumah harus dapat terlindung dari tertapaan sinar matahari dan guyuran hujan. Hal inidapat diantisipasi dengan menerapkan teritisan atap yang lebar. Prinsip ini dapat diibaratkan ketika kita memakai topi dikala terik matahari begitu menyengat. dengan memakai topi maka penglihatan kita dapat terlindung dari silau. BEgitu juga dengan rumah intensitas matahari yang berlebih dapat dikurangi dengan menggunakan teritisan.

Contoh Sunshading pada Bukaan Jendela Rumah

Kita tahu bahwa desain arsitektur semakin berkembang dari waktu ke waktu hingga kita mengenal apa yang dinakan arsitektur minimalis. Gaya minimalis ttidak begitu cocok dengan teritisan model lebar oleh karena itu kita bisa mensiasati dengan penggunaan sunshading (pelindung matahari). Sunshading ini dapat berupa kisi-kisi baik itu dari besi maupun kayu atau bambu. Selain sebagai pelindung terhadap iklim tropis sunshadding ini juga dapat berfungsi sebagai elemen eksterior fasad bangunan

3. Kemiringan atap yang cukup.

Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Indonesia dapat menyebabkan tampias pada atap. Hal ini dapat di siasati dengan penggunaan atap yang cukup curam. Atap yang curam berfungsi agar aliran hujan dapat dengan cepat mengalir turun. Sehingga tampias maupun bocor pada atap dapat dikurangi.

4. Bukaan jendela yang efisien

Bukaan yang banyak dapat membantu mengurangi udara panas dalam ruangan. Hal ini dikarenakan dengan bukaan yang banyak maka udara dapat mengalir ke dalam ruangan dengan lebih leluasa sesuai dengan prinsip udara yang mengalir dari tekanan tinggi (suhu dingin) ke tekanan rendah (suhu panas).

Senin, 02 April 2012

Kebijaksanaan Pemerintah Mengenai Perumahan Type 36

Mulai tahun 2012 pemerintah mewajibkan bagi developer untuk membangun perumahan dengan luas minimal 36m2 (type 36). Hal ini menimbulkan polemik bagi masyarakat. Kebijakan tersebut menyebabkan harga rumah semakin tidak terjangkau. Sebagai contoh perumahan di daerah Depok dengan type 36 hampir mencapai 240jt.

Bagaimana kita menanggapi kebijakan pemerintah yang satu ini?

Sebetulnya kita tidak perlu terlalu khawatir soal kebijakan tersebut. Hal ini karena rumah dapat dikategorikan layak huni dengan kebutuhan minimal ruang terdiri dari 2 kamar, 1 kamar mandi, ruang keluarga, rumah makan dan dapur. Jika kita jumlah luasan rumah tersebut dapat mencapai lebih dari 36 m2. Meskipun beberapa developer masih ada yang menjual rumah dibawah 36. Akan tetapi pada umumnya rumah tersebut memerlukan renovasi terlebih dahulu sebelum dapat dihuni. Dikarenakan dengan luas rumah semisal type 22 dapat dipastikan belum memiliki dapur yang memadai.

Nah, jika diakumulasi dengan dana renovasi yang harus dikucurkan. Maka harga rumah type 36 hampir sama dengan rumah type kecil ditambah biaya renovasi. Hal ini malah meringankan kita karena beban biaya renovasi sekaligus dimasukkan ke dalam harga kpr rumah (bagi Anda yang membeli dengan KPR).

Bagi developerpun harusnya tidak menjadi persoalan, karena luasan 36 dapat tetap murah dengan mensiasati luas bangunannya. Sebagai contoh untuk mencapai luas 36 developer dapat memperluas bangunan teras rumah.

Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kita sebagai masyarakat tidak perlu khawatir dengan kebijaksanaan Menpera yang satu ini. Toh nantinya developer akan memutar otak agar harga rumahnya dapat dijangkau oleh daya beli masyarakat.

Kebanyakan developer memberikan standard ruang yang minim sehingga pembeli adakalanya harus merenovasi rumah tersebut. Untuk merenovasi rumah tidak bisa sembarangan, konsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya. Kabar gembira bagi Anda, sekarang sudah ada konsultasi perencanaan rumah gratis!! silahkan kunjungi : desaingriya.com